"Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Hasyim," jawab Abu Jahal.

Lalu Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim. "Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa dipercaya, jujur, dan baik budi. Tapi, sejak berusia 40 tahun, Ia mulai menyebarkan agama baru, menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami. Ia menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami," kata salah seorang dari keluarga Bani Hasyim.

Raja Habib makin penasaran dan ia memerintahkan untuk menjemput Rasulullah dan memaksa bila ia tidak mau datang. Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah datang bersama Abu Bakar As-Shiddiq dan istri tercinta Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha.

Sepanjang jalan Khadijah menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula Abu Bakar. "Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah" kata Rasulullah.

Setibanya di Desa Abthah, Nabi Muhammad disambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas. Ketika Rasulullah duduk di kursi itu, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawa, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum.