"Saat masih kecil saya selalu percaya Tuhan itu ada, tak ada keraguan saya terhadap Tuhan. Meskipun keluarga saya tidak meyakininya," ujar Fleur melanjutkan ceritanya.
Ia menceritakan, saat berumur sekira enam atau tujuh tahun, ia selalu rebahan di kamarnya. Seketika ia berlutut di dekat ranjang lalu berdoa pada Tuhan, hal tersebut berupa dorongan walaupun ia tak mengetahui bagaimana cara berdoa. Tapi, semenjak itu ia tetap berdoa kepada Tuhan dengan cara tersendiri.
Beranjak dewasa, ia pun selalu berdoa pada Tuhan setiap malam terutama saat ia akan menghadapi ujian sekolah.
"Saya ingat, saat itu duduk di kasur lalu berdoa pada Tuhan begini, Tuhan langit dan bumi tolong dengarkan aku kutahu Engkau sedang sibuk, urusi perang misalnya, menyembuhkan yang sakit dan entahlah, tapi tolong jika Engkau ada waktu saya akan ujian besok bisakah menolongku dengan itu," ujarnya sambil tersenyum.
Baca juga: Mualaf Asal Konsel Ini Rayakan Idul Fitri Perdana
