"Saya hanya memasukkannya dalam cerita-cerita saya. Dan untuk membuat cerita-cerita saya lebih berlandaskan pada kenyataan saya rajin ke Perpustakaan bagian informasi untuk membaca informasi tentang Islam. Jadi Islam sangat menarik bagi saya. Tapi, agama ini tidak berdampak pada diri saya," katanya.

Beranjak remaja menulis cerita adalah hobi utamanya temanya pun masih bernuansa agama. Namun, dalam kehidupan nyata ia merasa meski kerap menulis tentang agama, Fleur mengaku seperti hilang kedekatan dengan Tuhan.

"Lalu saya masuk SMA dan seperti saya bilang, di desa saya tak ada satu Muslim pun. Tak ada agama di lingkaran kehidupan langsung saya dan saya hilang hubungan dengan Tuhan," terangnya.

Beberapa tahun kemudian, Fleur kuliah di salah satu kota besar. Di sana, pertama kali baginya bertemu dengan Muslim di kehidupan nyata.

Baca juga: Tradisi Hepatirangga Perempuan Wanci, Menandakan Momentum Akhir Ramadan