"Ya. Setidaknya orang mengaku Muslim," tuturnya.
Disitu ia merasa bingung. Sebab, tidak semua yang dibayangkannya tentang Islam cocok dengan kehidupan nyata. Bahkan jauh dari harapan, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dia yakini.
"Jadi, pada waktu itu Islam jauh dari harapan saya. Dan Islam di media pun memperparah harapan saya," akunya.
Meski demikian, ia mengaku bahwa harapan tentang Islam tidak sirna sama sekali. Bahkan hal itu justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang Islam. Tapi, ia tak tahu harus bertanya kepada siapa.
"Hingga akhirnya saya bertemu suami. Jadi, suami saya adalah salah satu Muslim pertama yang saya temui yang sesuai dengan gambaran saya tentang Islam yang seharusnya," imbuhnya.
