Demikianlah keberadaan Bulog dalam pemerintahan neoliberal saat ini. Alih-alih melayani kebutuhan pangan rakyat yang mayoritas miskin. Justru Bulog berupaya membisniskan produk layanannya dengan berbagai bentuk.

Orientasinya diarahkan untuk mendapatkan sebesar-besarnya profit. Sehingga, tidak mengherankan jika Bulog mengalami jeratan utang yang cukup besar. Sebab, sebagai lembaga bisnis Bulog membutuhkan modal besar yang diperoleh melalui pinjaman/berutang.

Padahal, Bulog inilah yang diharapkan berperan penting untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Namun, saat ini justru dikendalikan oleh regulasi yang ada. Oleh karena itu, kita membutuhkan konsep pengelolaan pangan, termasuk badan pengelola pangan sahih yang berbeda dengan konsep neoliberal kapitalistik.

Solusi Jitu Pengaturan Islam

Semua itu hanya dapat diwujudkan dengan solusi Islam. politik pangan dalam Islam sangat berbeda dengan politik pangan dalam sistem kapitalisme neoliberal. Dalam pandangan Islam, politik pangan sejalan dengan politik dalam negeri dan luar negerinya.