Ia juga menyebut sejak Januari 2023 telah mencapai 180 ribu ton dan ini karena ada kecenderungan harga naik. Selain itu, pihaknya juga melakukan pola operasi pasar dari distributor langsung pada pengecer dengan pengemasan lima kiloan sehingga pemantauannya lebih mudah.
"Akan kami teruskan sehingga harga lebih turun lagi, dan masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih masuk akal," tuturnya.
Di sisi lain stok beras nasional saat ini sekitar 460 ribu ton. Ini digunakan untuk intervensi pasar dengan menjual langsung pada pengecer tepung terigu sekitar 435 ribu ton, telur 46 ton, daging sapi 415 ton, gula pasir 9 ton. Minyak goreng 4.845 kilo liter yang mana ini masih berjalan dengan kementerian perdagangan dan perindustrian untuk mendapatkan minyakita.
Realisasi penjualan minyak goreng hingga saat ini 8 juta kilogram. Operasi di Sulawesi Tenggara telah dilakukan di beberapa daerah seperti di cabang (Raha, Unaaha, Kolaka). Penyerapan untuk Sulawesi Tenggara terhadap beras operasi pasar sebesar 6700 ton untuk bencana alam sebesar 600 ton, golongan anggaran (ASN) 7,9 ton.
Ia mengaku persediaan saat ini cukup untuk mendukung operasi pasar, bencana alam, maupun golongan anggaran di Sulawesi Tenggara (Kanwil) 479 ton, Baubau sebanyak 403 ton, Unaaha sebanyak 1300 ton, Bombana sekitar 800 ton, Raha sekitar 500 ton, dan Kolaka sekitar 600 ton.
