Siti mengatakan, beras hasil panen diserap melalui kemitraan dengan penggiling padi. Ia juga menyebut, perharinya pihaknya bisa menyerap hingga 200 sampai 400 ton beras.

"Gudang kami akan buka untuk melakukan pelayanan, baik penerimaan beras maupun pembayaran beras," ucapnya, Jumat (28/10/2022).

Kantor Pusat Perum Bulog sendiri menargetkan penerimaan beras di Sulawesi Tenggara bisa mencapai 30 ribu ton per semesternya di tahun 2022.

Ia melaporkan, data beras yang sudah diserap pada semester I 2022 mencapai 17 ribu ton atau 56 persen dari target yang ditentukan. Sedangkan untuk semester II sampai Kamis, (27/10/2022) kemarin, sudah terserap 4 ribu ton beras. Sehingga total pengadaan beras yang sudah disimpan dalam gudang Bulog adalah 21 ribu ton.

Sisa target 25 ribu ton beras yang harus dicapai, Bulog Sulawesi Tenggara memfokuskan penyerapan beras di daerah kaya ladang padi, seperti Kabupaten Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, Bombana dan Konawe Selatan.