Amel, salah satu pelanggan setia, mengaku rela datang lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu.
“Sebelum magrib, udah ngantri nungguin di sini. Soalnya telat dikit antriannya dah panjang. Saya suka satenya karena tergolong paling murah dan rasanya mantap. Bumbu kacangnya kental, bakaran satenya pas banget,” ujar Amel.
Dengan kerja keras dan ketekunan, Sate Malik bukan hanya sekadar kuliner jalanan, melainkan juga menjadi bagian dari cerita panjang perjalanan usaha kecil di Kendari yang terus bertahan hingga kini. (B)
Penulis: Gede Suyana Sriskiadi
Editor: Ahmad Jaelani
