Laporan State of the Global Climate 2024 yang dirilis WMO pada Maret 2025, menyajikan angka-angka yang mencengangkan. Konsentrasi karbon dioksida (CO?) di atmosfer telah meningkat dari sekitar 278 ppm pada tahun 1750 menjadi 423,9 ppm pada 2024, lonjakan sebesar 53?lam kurun waktu sekitar dua setengah abad. Ini adalah konsentrasi tertinggi dalam 800.000 tahun terakhir.

Tidak hanya itu. WMO juga menegaskan bahwa 11 tahun terakhir (2015–2025) adalah sebelas tahun terpanas yang pernah dicatat umat manusia. Tahun 2025 sendiri dikonfirmasi sebagai salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah. Suhu rata-rata permukaan laut global pada 2025 juga berada 0,49°C di atas rata-rata periode 1981–2010. Panas lautan yang terus menumpuk setara dengan sekitar 200 kali total produksi listrik dunia sepanjang 2024.

Lebih mengkhawatirkan, WMO memproyeksikan terdapat peluang 80?hwa setidaknya satu tahun di antara 2025 hingga 2029 akan lebih panas dari rekor 2024. Adapun peluang rata-rata lima tahun ke depan melampaui ambang 1,5°C yang disepakati dalam Perjanjian Paris mencapai 70%, angka yang terus meningkat setiap tahun.

“2024 kemungkinan besar adalah tahun pertama dalam sejarah yang melampaui 1,5°C secara penuh selama satu tahun kalender penuh. Ini bukan lagi isu masa depan, ini kenyataan hari ini.” WMO, State of the Global Climate 2024 (Maret 2025)

Bukti bahwa krisis ini bukan lagi proyeksi jauh di masa depan datang dari peristiwa nyata. Pada akhir Juni 2026, Eropa kembali dilanda gelombang panas ekstrem yang menewaskan lebih dari 1.300 orang tambahan hanya dalam waktu kurang dari dua pekan, menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).