Namun perlu digaris bawahi, pergantian ini bukan karena urusan suka atau tidak suka. Akan tetapi lebih kepada hasil yang dilihat.
"Jadi enggak kaleng-kaleng ngomong ya. Saya pastikan Anda diganti. Tetapi bukan karena suka dan tidak suka," kata mantan bos Inter Milan itu.
Diketahui, belum lama ini Erick mengajak 20 direksi BUMN untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hampir mayoritas para direksi adalah yang dipilih oleh menteri BUMN periode sebelumnya.
"30 sampai 40 persen leadership yang dipilih oleh menteri sebelumnya tidak saya ubah karena kita merging sesuatu itu bukan karena suka tidak suka, tetapi apa hasilnya? yang saya lihat hasilnya. Tidak mungkin kita bicara transformasi BUMN hanya sekedar banner tetapi hasilnya," jelas dia,” kata Erick.
Dengan transformasi, maka hasilnya bisa terlihat di mana kontribusi BUMN pada 2020 kepada negara tembus mencapai Rp 377 triliun. Belum lagi penjualan yang meningkat pada saat itu mencapai Rp 96 triliun.
