Sebagian besar kasus ini tidak menunjukkan gejala. Namun wanita hamil yang terinfeksi dapat menularkan GBS ke janinnya melalui cairan ketuban atau selama kelahiran saat bayi melewati saluran vagina.

Bayi dan janin sangat rentan karena sistem kekebalan mereka tidak cukup kuat untuk melawan bakteri yang berkembang biak. Jika tidak diobati, GBS dapat menyebabkan meningitis dan septikemia, yang dapat mematikan.

Bayi yang bertahan hidup dapat terkena cerebral palsy atau masalah penglihatan dan pendengaran permanen. Laporan menunjukkan bahwa bakteri membuat sekitar 40.000 bayi setiap tahun memiliki gangguan neurologis.

Saat ini, wanita dengan GBS diberikan antibiotik selama persalinan untuk mengurangi kemungkinan penularannya ke bayi. Tetapi pendekatan ini menimbulkan masalah di tempat-tempat di mana skrining dan pemberian antibiotik selama persalinan tak dapat diakses. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim