Muhammad S, mengaku dampak yang ditimbulkan dari tambang pasir tersebut adalah kondisi lingkungan yang sudah tercemar.

Saleh juga menilai, jika tambang tersebut sangat merugikan lingkungan di masa yang akan datang, meski saat ini tak sedikit masyarakat yang hidup dari tambang pasir itu.

Ia menyebut, jika limbah yang disalurkan langsung ke laut sangat dekat dengan Pantai Nambo, sehingga membuat wisata andalan Kota Kendari itu berwarna coklat akibat tercemar.

Dari hasil koordinasi yang dihadiri oleh Sekda Kota Kendari, Katua DPRD, Dinas ESDM Sulawesi Tenggara, Dinas PUPR Sulawesi Tenggara dan beberapa dinas terkait untuk menentukan dari segala sisi demi menemui titik terang permasalahan yang dihadapi.

Sementara itu, Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala masih mencari solusi terkait polemik tambang di area itu.