BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Setelah berjam-jam menunggu, Bupati Buton Selatan (Busel), La Ode Arusani, akhirnya bersedia menemui massa aksi. Namun dirinya hanya bisa menemui lima orang sebagai perwakilan massa.
Sikap ini sekaligus menjadi sejarah di masa kepemimpinan Arusani sebagai bupati di Bumi Gajah Mada itu. Bagaimana tidak, hampir tidak pernah orang nomor satu di Busel itu bersedia menemui dan berdialog dengan massa aksi.
"Jadi perwakilan saja, lima orang," ucap salah satu utusan Bupati yang tak diketahui namanya ketika bernegosiasi dengan peserta aksi.
Namun pertemuan itu tak berlangsung lama. Pasalnya, tidak dihadiri tim kosubda KPK RI.
Sementara tujuan utama massa ingin bertemu langsung dengan tim KPK guna menyerahkan langsung sejumlah data terkait dugaan pelanggaran pembangunan di Buton Selatan.
