"Sebelum rapat, kita diminta rapid test dulu untuk meyakinkan semuanya aman dari corona. Teman-teman yang satu rombongan itu non reaktif, dan yang reaktif itu hanya saya. Saya pun diminta untuk menindaklanjuti hasil tersebut. Maka pihak kesehatan meminta saya ke RS Bahteramas," kisahnya.

Baca juga: Banjir Bandang Tanggamus Lampung, Seribu Lebih Rumah Rusak

"Kebetulan masih di Kendari, malamnya saya pergi ke Gugus Tugas bersama sopir dan satu orang ajudan. Nah, ternyata yang positif itu sopir dan saya, sedangkan ajudan negatif. Akhirnya pertemuan dengan Ketua KONI saya batalkan," kata La Bakry.

Ketika ditanya riwayat hingga ia tertular COVID-19, ketua Golkar Buton itu tidak bisa memastikan virus tersebut menjangkit dirinya melalui perantara siapa dan dimana.

"Saya juga tidak bisa memastikan tertular dimana, namun pada prinsipnya saya selalu berusaha menjaga jarak dan mengikuti protokol kesehatan," ujarnya.