Adapun, luas potensi lahan pengembangan sorgum di Kolaka Timur mencapai 16.308 ha.
Sebagai langka awal pengembangannya, Pemda Koltim melalui Dinas Tanaman Pangan telah membina petani sorgum seluas 230 ha dan satu gabungan kelompok tani (gapoktan) sebagai penangkar benih sorgum.
Pengembangan sorgum mendapatkan perhatian dan dukungan langsung dari masyarakat di Koltim, khususnya bagi para petani yang dapat memanfaatkan sorgum sebagai tananman pangan unggulan di wilayah tersebut selain tanaman padi.
"Iya kita tahu di sini Koltim warganya kebanyakan bertani orangnya, apalagi sekarang ada lagi ini tanaman sorgum jadi tambah hidup petani kita," kata Parise (56), warga Kecamatan Ladongi, Koltim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kolaka Timur, Lasky Paemba mengatakan, awal mula sorgum ada di Kolaka Timur yakni karena ada staf yang dikirim mengikuti pelatihan di Bogor. Staf tersebut membawa pulang 30 biji benih sorgum dan Dinas Pertanian merespon dengan baik sebab sorgum adalah tanaman yang sabar tanpa harus dipupuk dan secara ekonomi memberikan keuntungan yang tinggi.
