Untuk pasaran, jangan ditakutkan, pemkab telah menjalin kerja sama dengan PT Datu Nusra Agribisnis (DNA) yang akan membeli 15 ribu ton pertahun dengan harga Rp 2.500/Kg (dengan tongkol).

"Stop cerita politik, mari kita menanam jagung yang bisa menghasilkan," ajaknya.

Pemkab lanjut Rusman, telah membuka perluasan lahan kurang lebih 200 hektare di wilayah Laloea, kampung lama, Kecamatan Tongkuno yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat menanam jagung untuk memenuhi produksi di pabrik jagung.

"Kita sudah memulai. Masyarakat jangan ragu. Pemerintah hadir untuk membantu mensejahterahkan masyarakat," ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan (TPHP) Muna, La Ode Anwar Agigi terus mensosialisasikan keberadaan pabrik jagung. Untuk memenuhi kebutuhan pabrik, pihaknya mulai mencari calon petani yang akan menyuplai jagung.