Rusman meyakini bahwa kedekatan Syukur Akbar dengan Ardian Noervianto sebagai teman seangkatan dalam suatu pendidikan kedinasan bisa melancarkan proses pinjaman dana PEN.
Pembicaraan antara Syukur Akbar dengan Ardian Noervianto, menurut Asep, terjadi kesepakatan adanya pemberian uang kepada Ardian Noervianto agar proses penjaman dana PEN berjalan lancar.
“Ada permintaan lanjutan dari LMRE (La Ode Muhammad Rusman Emba, red) kepada LMSA (Laode M Syukur Akbar, red) agar mencari donatur dari pengusaha untuk menyiapkan sejumlah uang yang diminta MAN (Mochammad Ardian Noervianto, red),” tutur Asep.
Permintaan Rusman itu ditindaklanjuti Syukur Akbar dengan menemui La Ode Gomberto, pengusaha lokal yang juga pemilik PT Mitra Pembangunan Sultra. Syukur Akbar meyakinkan Gomberto supaya bisa meminjamkan uang untuk memuluskan pinjaman dana PEN seperti yang diminta Ardian Noervianto.
“Jangan ragu, dia (Mochammad Ardian Noervianto, red) ini satu bantal dengan saya,” ujar Asep, mengutip pengakuan Syukur Akbar kepada Gomberto.
