Demikian itulah yang dilakukan Mas Novi. Dahlan Iskan menuliskan dalam dua tahun terkahir ini Mas Novi hampir setiap Jumat berpindah-pindah masjid, menjadi khatib.

Hal tersebut ia lakukan bukan tanpa tujuan. Apalagi sekadar blusukan dan pencitraan, tidak untuk terlihat wah di balik layar kaca.

Usai Jumatan, Mas Novi bertemu dengan masyarakat sekitaran masjid tersebut. Jika masih ada rumah-rumah kumuh atau tak layak huni, maka dengan dana zakat rumah-rumah itu akan dipugar.

Baca juga: Kenangan BJ Habibie untuk Indonesia dari Kisah Cinta hingga Prestasinya

Tak banyak yang lakukan hal itu. Pejabat memilih nyaman duduk di rumah jabatan yang adem dengan pengawalan barikade pamong praja yang ketat. Banyak warga yang mengeluhkan, pejabat saat telah jadi sangat susah ditemui. Berbeda jauh dengan saat kampanye.