.jpg)
Baik melalui pencanangan program revitalisasi kakao, maupun usaha Pemkab Kolut mendorong peningkatan produksi pada sektor tanaman jangka pendek berupa padi sawah, jagung, maupun tanaman-tanaman lainnya yang dinilai dapat meningkatkan sumber pendapatan masyarakat.
"Semua itu merupakan akumulasi dari program penguatan ekonomi masyarakat. Program ekonomi kerakyatan merupakan program mendasar dan menjadi kebutuhan masyarakat Kolaka Utara yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dalam arti luas. Dan saya tetap konsisten dengan program tersebut," tegasnya.
Baca Juga: Masyarakat Blokir Jalan Poros Ereke-Baubau, Ini Tanggapan Wabup Butur
Tidak hanya itu, menurut Nur Rahman, komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan prekonomian masyarakat melalui sektor pertanian telah menekan angka kemiskinan di Kolaka Utara dari 16,24 persen pada tahun 2017 menjadi 14,30 di tahun 2018. 13,19 persen tahun 2019 dan 12,96 persen pada tahun 2020.
