"Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik yang kredibel bukan data yang dibuat pemerintah daerah dan diakui atau tidak, perputaran uang di Kolaka Utara setiap tahunnya bertambah akibat usaha masyarakat pada sektor pertanian," pungkasnya.

Melalui momen tersebut, pasangan H. Abbas ini berpesan kepada kelompok tani yang telah menerima bantuan Alsintan agar manfaatkanlah fasilitas-fasilitas tersebut dengan baik. Agar ke depan masyarakat dapat berdiri sendiri dan tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah.

"Saya pikir dengan kehadiran alat-alat ini dapat menduking kemajuan masyarakat petani khususnya di Desa Latowu itu sendiri," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolut, Drs. Syamsu Ridjal, SH menuturkan, sasaran program Readsi di Desa Latowu sebanya 175 orang petani yang tergabung dalam 7 kelompok tani, terdiri dari tanaman pangan 3 kelompok, petani kakao 2 kelompok, bumlainya 1 kelompok, dan pekarangan 1 kelompok.

"Ketujuh kelompok ini mendapatkan bantuan Alsintan berupa traktor 3 unit, cultivator 1 unit, dros padi 1 unit, dros jagung 1 unit, pompa air 1 unit, sprayer 59 buah, mist blower 3 buah, senso kecil 1 buah dan mesin pembabat 39 buah, 3 unit gilingan, 3 unit mesin press, 6 unit cetakan kripik India, 3 unit kompor dua unut, dan 3 unit kompor gas," urainya.