Dalam konteks daerah, pembangunan Wakatobi diarahkan pada tahapan “Wakatobi Transformatif”, yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia, transformasi ekonomi inklusif berbasis kemaritiman, penguatan tata kelola pemerintahan, ketahanan sosial-budaya dan ekologi, serta pemerataan infrastruktur.
“Perencanaan pembangunan harus disusun secara matang, berbasis data dan evaluasi kinerja, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Haliana juga memaparkan capaian pembangunan daerah hingga 2025 yang menunjukkan tren perbaikan, seperti meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) dari 72,03 menjadi 72,59 serta menurunnya persentase penduduk miskin dari 14,36 persen menjadi 13,40 persen.
Namun demikian, ia mengingatkan masih ada tantangan serius berupa meningkatnya ketimpangan pendapatan dan pengangguran terbuka, sehingga diperlukan penguatan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Baca Juga: Sosok Pengusaha Malaysia yang Viral Dinikahi Mualem, Berikut Daftar Istrinya
