KENDARI, TELISIK.ID - Godwit adalah sekelompok burung besar, berparuh panjang, berkaki panjang yang bermigrasi. Paruhnya yang panjang memungkinkan mereka untuk menyelidiki lebih dalam di pasir untuk mencari cacing dan moluska air.
Melansir Detik.com, ilmuwan memasang satelit 5G di badannya untuk melacak pola migrasi burung. "Godwit ini lepas landas dari Alaska dan terlihat terbang non stop ke Tasmania," demikian pernyataan dari Pukorokoro Miranda Shorebird Centre.
Burung ini memulai perjalanan panjangnya dari Alaska di 13 Oktober dan sampai di Ansons Bay, di Timur Laut Tasmania, pada 24 Oktober. Si burung terbang sejauh 13.560 kilometer selama 11 hari lebih 1 jam tanpa berhenti. Jarak yang ia tempuh hampir sepanjang Indonesia ke Amerika yang dengan penerbangan pesawat sekitar 22 jam.
Mengutip Kompas.com, pada setiap musim gugur, jutaan burung bermigrasi terbang ke langit untuk perjalanan yang panjang dan berbahaya, guna menghindari hawa dingin. Mereka bermigrasi untuk mencari tempat makan dan berkembang biak.
Baca Juga: Peneliti Temukan Fakta Baru Mimosa Pudica yang Malu Saat Disentuh
