“Jadi kami melakukan upaya sosialisasi ke tingkat sekolah seperti SD, SMP, dan SMA tidak lupa juga di desa-desa," tambahnya.

Memberikan bantuan kepada masyarakat supaya tidak mengancam ekosistem satwa endemik burung Maleo bisa menjadi solusi, tapi karena dana terbatas, jadi pemerintah daerah juga bisa membantu dengan memberikan pemahaman.

Sakri mengakui, pihaknya memiliki keterbatasan jumlah personel, sehingga kewalahan mengawasi ribuan hektare hutan lindung.

Dia mencontohkan hutan marga satwa Buton Utara yang luasnya 90 ribu hektare kemudian ada 4 resor KSDA, satu resor itu hanya 2 orang polisi hutan (Polhut) kadang kala hanya 1. Kemudian ada tenaga kontrak satu orang dan juga masyarakat mitra Polhut.

Jadi hanya 8 orang Polhut mengawasi 90 ribu hektare, pastinya tidak proporsional, sudah pasti kewalahan.