“Saya kan dari Gerindra. Kalau partai saya hingga hari ini belum membuka penjaringan karena belum ada juknis dari DPW dan DPP,” imbuhnya.
Meski pernah gagal di Pilkada Bombana pada tahun 2010 silam, dirinya tidak berputus asa, sebab ia mengaku mempunyai niat besar untuk memajukan Kabupaten Bombana di tangan putra daerah sendiri.
“Sebagai anak daerah, ikut kompetisi sebagai calon bupati karena saya di tahun 2010 pernah jadi calon bupati, hanya belum beruntung karena memang target kami bukan untuk menang, tapi bagaimana bisa menaikkan putra daerah. Tapi hari ini kami akan mencoba kembali untuk bertarung sebagai anak daerah,” optimisnya.
Hingga saat ini, Bustam masih melakukan pendidikan politik ke masyarakat bahwa Kabupaten Bombana memiliki integritas tinggi dalam menentukan pilihan kepala daerah dan terhindar dari praktik politik uang.
“Mudah-mudahan masyarakat sadar akan hal ini. Sehingga kesan bupati yang terpilih yang banyak uangnya itu yang disuka. Jangan ada kesan suara masyarkat bombana bisa dibeli,” tegasnya. (A-Adv)
