"Kita sangat menyambut baik SIC ini, karena dulunya banyak anak yang buta aksara dan sekarang Alhamdulillah, bisa kita kata secara umum anak di sini sudah kurang lebih 50% yang pintar membaca," katanya.
Perubahan yang terjadi pula kata dia, bukan hanya dari segi pendidikan, melainkan juga perilaku anak yang sudah mengalami peningkatan cukup baik.
"Alhamdulillah, setelah saya amati anak-anak di dusun empat ini, saya liat ada perubahan dari segi perilaku," ucapnya.
Sedangkan menurut ketua SIC, Sarmawan Muin mengatakan, dalam proses belajar mengajar SIC membagi dua kelas, yang pertama kelas anak yang sudah bisa membaca dan mengeja. Kedua, kelas untuk anak yang belum bisa sama sekali.
Baca Juga: Jadi Lulusan Terbaik, Wanita Ini Ingin Bangun Apotek dan Ciptakan Lapangan Kerja
