Eko menjelaskan, malam qunut Ramadan ini adalah sebagai cerita budaya dan sejarah yang mengisahkan bahwa pada malam ke-16 Ramadan, pemimpin daerah hadir untuk berinteraksi dan menyapa masyarakat.

Hal ini mengingatkan bahwa dulu, pada masa sebelum berbagai fasilitas modern seperti sekarang, pemimpin dapat bertemu langsung dengan masyarakatnya melalui kegiatan ini.

"Selain itu, ritual ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas keberkahan yang diterima, terutama karena telah memasuki malam ke-16 Ramadan," kata Eko.

Di malam qunut masyarakat berbagi rezeki dan makanan sebagai bentuk kebersamaan, dengan harapan mendapatkan berkah untuk seluruh masyarakat dan Pemkot Baubau.

Baca Juga: Sidak Stabilitas Harga di Pasar, Bupati Buton Selatan Temukan Sebagian Besar Lapak Kosong