Baca Juga: Buton Selatan jadi Pilot Project Karbon Biru Upaya Pemulihan Ekosistem Pesisir
Selain fenomena konvergensi, turut ada dua fenomena lainnya yang memicuh curah menjadi lebat hingga mengakibatkan banjir dibeberapa wilayah di Pulau Buton. Fenomena yang dimaksud, yakni Madden Julian Oscalillation (MJO) serta gelombang Equator Rossby.
Namun, Yamin mengungkapkan bahwa curah hujan lebat seperti yang terjadi pada beberapa hari yang lalu tidak akan terjadi lagi. Tetapi kilatan cahaya petir dilangit sesekali akan terlihat. Lalu, pada periode Juli 2024, sudah memasuki dasarian III.
Dasarian III sendiri merupakan salah satu cara BMKG untuk membagi bulan menjadi periode sepuluh hari yang digunakan pada kalender BMKG. Lebih tepatnya pada tanggal 20 Juli 2024 mendatang.
Yamin membeberkan, pihaknya memprediksi cuaca yang ada di wilayah Pulau Buton, Utamanya di Wilayah Kabupaten Buton Selatan. Dengan melihat dari indikator global serta data analisis atmosfer. Apabila terdeteksi tanda-tanda yang memicuh terbentuknya awan maka pihaknya sudah dapat memprediksi akan terjadi curah hujan dalam waktu dekat.
