Posisi Partai Golkar sekarang ini, lanjut Yusuf Husni, ibaratnya berlayar tanpa arah dalam badai politik yang sangat besar, sehingga sangat membutuhkan nakhoda baru untuk menyelamatkan agar tidak tenggelam.

"Bagaimana menyelamatkan Golkar, maka jalan satu-satunya Airlangga Hartarto dan pengurus tingkat pusat ramai-ramai mundur dari jabatannya dan secepatnya gelar munaslub," tandasnya.

Wakil Ketua Umum SOKSI tersebut tidak ingin partainya turun kasta menjadi partai gurem. Indikasinya sudah tampak. Saat ini elektabilitas ada di kisaran 6 persen. Jauh di bawah perolehan Pemilu 2019 yang sekitar 14 persen.

”Jadi, kita kehilangan sekitar 8 persen. Kemana itu? Kan kita harus evaluasi,” tutur politikus yang mengaku sudah 46 tahun menjadi kader Golkar tersebut. (B)

Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan