Ia mengungkapkan, cadangan nikel nasional, khususnya jenis saprolit, diperkirakan hanya dapat menopang kegiatan produksi kurang dari 10 tahun berdasarkan kondisi saat ini. Sementara itu, ketersediaan bijih limonit juga perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku industri.

Cecep menilai percepatan hilirisasi harus mempertimbangkan kemampuan cadangan mineral yang tersedia. Pembangunan smelter tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan kapasitas pengolahan tanpa memperhitungkan ketersediaan bahan baku dalam jangka panjang.

Ia bahkan mengingatkan bahwa percepatan pembangunan industri tidak selalu berbanding lurus dengan keberlanjutan pasokan.

“Seperti kata Bu Vero (Magdalena Veronika, Director of Public Relations CNGR Indonesia), bahwa cepat itu belum tentu baik. Nah, ini kalau menurut saya mungkin terlalu cepat. Terlalu advance, terlalu apa ya? Terlalu banyak lah istilahnya,” katanya.

Eksplorasi dan Pengelolaan Cadangan Perlu Diperkuat