Untuk mengantisipasi penurunan cadangan, Cecep meminta perusahaan pertambangan meningkatkan kegiatan eksplorasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat basis sumber daya dan cadangan nikel nasional.
Selain itu, pemanfaatan cadangan yang telah tersedia harus dilakukan secara terukur agar tidak terkuras dalam waktu singkat.
“Di satu sisi kita ingin menampilkan bahwa teman-teman pengusaha tetap harus fokus juga kepada kegiatan eksplorasi untuk sumber daya cadangan. Tentunya kita juga mengharapkan terkait dengan pemanfaatan sumber daya cadangan ini juga tolong dihemat-hemat. Dalam hal ini jangan terlalu cepat juga,” tegasnya.
Cecep juga menyoroti tekanan harga nikel yang kembali mendekati level terendah pada 2025, yakni sekitar US$13.900 per ton. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan pengelolaan produksi dan cadangan.
Pemerintah menginginkan pengelolaan nikel yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar melalui keseimbangan antara volume produksi dan harga komoditas.
