Ia menyebut kebijakan pengendalian produksi pada 2026 menunjukkan bahwa produksi yang relatif lebih rendah dapat menghasilkan penerimaan negara lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Posisi nikel itu adalah harga tinggi, produksi sedikit, tapi harga tinggi. Kita sudah merasakan untuk tahun 2026 ini, meskipun produksi kita relatif kecil, pendapatan negara kita relatif lebih besar dibandingkan tahun yang lalu,” ungkapnya.

Data Cadangan dan Kebutuhan Smelter Harus Terintegrasi

Selain eksplorasi, Cecep menekankan pentingnya sinkronisasi data sumber daya dan cadangan, kegiatan penambangan, serta kebutuhan bahan baku industri pengolahan.

Menurutnya, penentuan kapasitas industri semestinya didasarkan pada ketersediaan cadangan mineral. Dengan demikian, pengembangan smelter dapat disesuaikan dengan kemampuan pasokan bijih di dalam negeri.