KENDARI, TELISIK.ID - Banyak pasangan menggunakan pelumas saat berhubungan intim, namun ada dampak yang perlu dipahami, terutama bagi yang sedang merencanakan kehamilan.

Pelumas seks sering dijadikan solusi oleh pasangan suami istri yang mengalami masalah saat melakukan hubungan intim, terutama ketika vagina terasa kering atau kurang pelumas alami.

Keberadaan pelumas ini dianggap mampu meningkatkan kenyamanan serta menghindari risiko luka atau iritasi. Namun, informasi yang berkembang menunjukkan bahwa pelumas tertentu justru bisa menurunkan peluang kehamilan.

Secara biologis, tubuh wanita akan memproduksi cairan pelumas alami saat mengalami rangsangan seksual. Cairan ini memiliki komposisi khusus, termasuk tingkat keasaman yang ramah terhadap sperma dan memungkinkan sel sperma bergerak bebas menuju sel telur.

Sayangnya, pelumas buatan yang dijual di pasaran tidak selalu memiliki karakteristik yang mendukung proses pembuahan.