Melansir Alodokter, Jumat (8/8/2025), menurut tinjauan medis, sebagian besar pelumas komersial memiliki tingkat keasaman (pH) yang rendah atau bersifat asam. Sifat ini ternyata tidak bersahabat dengan sel sperma. Sperma memerlukan lingkungan netral atau sedikit basa untuk tetap hidup dan aktif bergerak.
Ketika pelumas asam digunakan, sperma bisa kehilangan kemampuannya bergerak dan bahkan mati sebelum mencapai sel telur.
Baca Juga: Tanda Sexless Marriage, Suami Istri 10 Kali Tak Hubungan Ranjang dalam Setahun
Selain masalah keasaman, pelumas seks juga memiliki konsistensi yang lebih kental dibanding cairan vagina alami. Hal ini menimbulkan hambatan fisik bagi sperma untuk berenang menuju sel telur.
Gerakan sperma yang terhambat dapat menurunkan kemungkinan terjadinya pembuahan secara alami, meskipun hubungan intim dilakukan pada masa subur.
