Berita baik untuk berpasangan dengan Anies, menurut Cak Imin, merupakan permintaan dari seorang kiai pada 2021, tidak hanya dari kiai di Jawa Tengah, tapi juga kiai di Mekkah, Arab Saudi. Saat itu, untuk segera bersatu dengan Anies belum bisa terwujud.
“Tapi kita anggap itu inventaris langit, karena kita lihat di buminya kok belum ada tanda-tanda gitu,” ujarnya.
Cak Imin mengatakan, dirinya berpasangan dengan Anies tidak secara tiba-tiba, meski keduanya merupakan sahabat sejak masa kuliah.
“Saya sama Mas Anies bukan kenal baru, kita sudah bersama-sama di Jogja (semasa kuliah), di mana-mana Insya Allah sudah, sudah kalau bahasa sekarang sudah bestie dari dulu lah,” katanya.
Dia mengakui proses untuk menyatu dengan Anies tidak mudah, prosesnya berliku-liku. “Tapi tuhan campur tangan di situ, Mas Anies di koalisi lamanya tiba-tiba berhenti, saya di koalisi lamanya juga tiba-tiba berhenti,” tutur Cak Imin yang sebelumnya bergabung dengan Gerindra membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
