Minimnya peminat pada jalur perseorangan, lanjut Najib Husain, ada dua faktor utama. Pertama, untuk lolos di Pilkada, calon harus memenuhi persyaratan KTP dengan rentetan verifikasi yang panjang, dan itu menyebabkan energi, tenaga serta biaya terkuras.
Dan biasanya, calon setelah mendaftar kehilangan kekuatan, dan itu dapat dibuktikan antara syarat dukungan yang dimasukkan di KPU dan suara di hari "H", sangat jauh berbeda.
Sehingga, ini salah satu faktor yang menyebabkan lebih banyak calon memilih menggunakan jalur partai politik (Parpol) ketimbang calon perseorangan.
"Jadi sampai saat ini tidak ada calon independen di Sultra yang bisa masuk dua besar apalagi menang, karena itu tadi, sudah habis saat sebelum mendaftar di KPU," katanya.
Selain itu, alasan kedua, beber Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ini, mesin politik calon perseorangan kurang bertenaga, karena disebabkan tidak ada mesin politik dari partai.
