Ia juga mengatakan, sebagai daerah otonomi baru yang belum mekar tentu kehadiran perempuan harus banyak memberikan gagasan dan ide, tentang kemajuan daerah karena itu akan menyentuh seluruh komponen masyarakat.
Sementara mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Nasional Jakarta, Didin Alkindi mengaku, selama ini perempuan masih didominasi dan di nomor duakan oleh kaum laki-laki di ranah politik.
Padahal peran perempuan tak bisa dihilangkan dalam perubahan suatu bangsa. Maka merasa penting keterlibatan mereka di dunia publik menjadi penyeimbang, untuk mempengaruhi kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat dan hak-hak perempuan. (A)
Penulis: Rasmin Jaya
Editor: Kardin
