Baca Juga: Musorkablub KONI Tergantung Keputusan Bupati Bersama Cabor
"Harus dipahami, Musorkablub adalah ajang untuk mengejar prestasi. Jadi figur yang tepat memimpin KONI adalah yang mampu mengayomi dan mempersatukan Cabor," tukasnya.
Pelaksanaan Musorkablub yang awalnya digelar pada 12 Maret lalu ditunda, karena pertimbangan kondusifitas, pasca proses validasi yang dilakukan tim penjaringan menggugurkan La Ode Abdul Salam karena tidak memenuhi dukungan 30 persen atau 11 Cabor dan menetapkan Nurhayat Fariki sebagai calon tunggal.
Keputusan itu ditentang oleh Salam, karena dinilai tidak prosedural. Pihak KONI Sultra pun sepakat menunda pelaksanaan Musorkablub, hingga ada kesepakatan yang dibangun antara bupati dan Cabor. (C)
Reporter: Sunaryo
