Kepala Puskesmas (Kapus) Siompu Barat, Wa Ode Sumarni, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, almarhum diduga kuat meninggal akibat mengalami serangan jantung.
"Tapi kita belum bisa pastikan. Sebab alat kita di sini masih belum memadai untuk melalukan deteksi," beber Wa Ode Sumarni saat di konfirmasi melalui sambungan telponnya.
Kata dia, terdapat tanda kejang dalam diri almarhum. Biasanya, tanda itu terjadi pada pasien yang mengalami serangan jantung. Tidak hanya itu, sempat ada dugaan warga jika almarhum meninggal karena terpapar COVID-19. Namun hal itu dibantah pihak puskesmas.
Baca juga: Iman Brotoseno Jadi Dirut TVRI, Dapat Sorotan Publik
"Tidak ada COVID. Kami sudah periksa. Memang almarhum memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi. Saya pernah periksa beliau," bantahnya.
