Baca juga: Baruasa, Kue Tradisional Khas Baubau

“Entah kenapa dan sejak kapan adat itu bisa hilang. Padahal dulu saat saya masih muda kebiasaan itu masih ada” tutur Wa Halisa, yang usianya kini sekitar 90 tahun. Selain dibuat untuk perayaan dan kematian, karasi juga dibuat untuk dijual sebagai cenderamata dan cemilan sehari-hari.

Di Selayar, Sulawesi Selatan, karasi dikenal dengan nama "te're". Rasa dan bentuknya sama. Bedanya di Selayar, karasinya berwarna-warni. Sedangkan di Buton umumnya, karasi dibuat tanpa pewarna.

Bagi Anda yang belum pernah mencicipinya dan penasaran, silakan kunjungi setiap pasar-pasar lokal di Wakatobi. Karasi model lulubala yang umumnya dipasarkan dalam bentuk kemasan. Kue ini tidak pernah ketinggalan meraih tempat di pasar.

“Ketika hari pasar, karasi saya laris manis bahkan beberapa pelanggan sering memesan dalam jumlah besar”, tutur Wa Halima, pebisnis karasi.