Orang yang shalat diperintahkan menghayati makna setiap ayat al-Qur’an yang dibacanya. Bila saat itu ia membaca ayat tentang ancaman (bagi yang durhaka), maka akan berbuah rasa takut kepada-Nya. Jika ayat yang dibaca mengandung janji pahala kebaikan, maka ia optimis mendapatkannya.

Allah berfirman: Apakah orang yang beribadah tengah malam, sujud dan berdiri karena takut azab akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya, sama seperti orang yang bermaksiat kepada Allah dengan kekufuran atau maksiat lainnya.

Dilansir dari NU Online, beberapa cara untuk mencapai kekhusyukan dalam shalat antara lain:

Langkah pertama untuk mencapai kekhusyukan adalah menjaga mata dan telinga. Kedua indera ini merupakan pintu utama yang langsung terhubung dengan hati kita.

Kedua, membaca ta'awudz dan surat An-Nas sebelum shalat.