KENDARI, TELISIK.ID - Pengobatan yang diajarkan dan dianjurkan Nabi Muhammad SAW atau disebut thibbun nabawi, sampai saat ini masih banyak digunakan sebagai pengobatan alternatif.

Mengutip kumparan.com, istilah thibbun nabawi sebenarnya tak dikenal pada masa kerasulan. Penggunaan istilah tersebut baru familiar pada abad ke-13 oleh Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma'ad.

Dalam bahasa Arab, thibb berasal dari thabba-yathubbu-thabban yang bermakna kemahiran, memperbaiki, mengobati. Dari akar kata yang sama, thabbib berarti pelaku yang mengobati atau dokter. Sehingga, thibb-an-nabawi secara bahasa berarti pengobatan nabi.

Pengobatan ala Nabi ini tidak hanya bersifat kuratif, namun juga dilakukan bersamaan dengan upaya preventif. Seperti pentingnya wudhu atau tayamum, membersihkan diri setelah buang air besar atau kecil, puasa, salat, dan praktik lainnya.

Ibnul Qayyim juga menjelaskan bahwa kemujaraban thibbun nabawi akan dirasakan manfaatnya jika menerima dan meyakini Allah akan memberikan kesembuhan. Sehingga, pengobatan thibbun nabawi hanya cocok bagi jiwa yang baik sebagaimana pengobatan dengan Al-Qur'an.