Diungkapkan pengasuh Ponpes Sunan Bejagung Semanding Tuban ini, forum musyawarah alim ulama tersebut membuktikan para kiai dan kalangan pesantren di Jatim memiliki komitmen terhadap persoalan bangsa dan negara dalam koridor politik kebangsaan.

Baca Juga: Fraksi PKB dan Demokrat Sampaikan 3 Poin di Paripurna LKPJ Bupati Kolut Tahun 2021

“Nah, meski hajatan demokrasi baru dimulai 2024 mendatang, namun PWNU Jatim merasa sangat perlu memberikan panduan untuk warga Nahdliyin dalam menghadapi Pemilu mendatang,” jelasnya.

Ditegaskan Kiai Matin, dengan adanya forum musyawarah alim ulama tersebut membuktikan bahwa NU selalu hadir dalam setiap menghadapi permasalahan bangsa.

Menurutnya, selain dakwah dan pengabdian di tengah masyarakat, NU mempunyai kriteria tersendiri untuk calon pemimpin yang layak dipilih dengan landasan berpijak pada Al-Qur’an, Sunnah Nabi, kesepakatan pendapat ulama (Ijma' dan Qiyas). (C)