Lausanne, TELISIK.ID - . Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss, menggelar sidang banding yang diajukan Senegal pada Kamis (8/10/2026) atas keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika milik mereka dan menetapkannya untuk Maroko.

Sengketa bermula dari final Piala Afrika di Rabat pada Januari lalu. Senegal sejatinya memenangi laga 1-0 atas tuan rumah Maroko lewat babak perpanjangan waktu. Namun sebelum itu, para pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai protes atas hadiah penalti untuk Maroko di pengujung waktu normal. Reuters melaporkan aksi walkout itu berlangsung 14 menit, sementara sejumlah media lain menyebut durasinya mencapai 15 hingga 20 menit. Maroko gagal mengeksekusi penalti tersebut dan laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Pada Maret 2026, Badan Banding CAF memutuskan Senegal telah mengundurkan diri dari pertandingan karena meninggalkan lapangan tanpa izin wasit. Hasil di lapangan dibatalkan dan kemenangan 3-0 diberikan kepada Maroko. Senegal kemudian mengajukan banding ke CAS pada 25 Maret 2026 dan menuntut dikembalikan sebagai juara Piala Afrika.

Sidang digelar tertutup di markas CAS mulai pukul 09.30 waktu setempat dan diperkirakan rampung pada sore hari. Panel tiga arbiter dipimpin Profesor Gerald Simon dari Prancis, didampingi Profesor Luigi Fumagalli dari Italia dan Profesor Ulrich Haas dari Jerman. Perwakilan federasi Senegal dan Maroko hadir langsung, sedangkan CAF diwakili tim hukumnya. Seluruh persidangan berlangsung dalam bahasa Prancis.

Dari sisi argumen hukum, kubu Senegal diperkirakan berpegang pada Laws of the Game yang menegaskan keputusan wasit atas insiden permainan bersifat final dan tidak dapat digugat setelah pertandingan. Sebaliknya, Maroko dan CAF disebut akan berargumen bahwa regulasi turnamen menyatakan tim yang meninggalkan lapangan tanpa izin wasit dianggap kalah dan tersingkir dari kompetisi, sekalipun kepergiannya tidak permanen.

CAS menegaskan panel akan memulai deliberasi seusai sidang dan keputusan final tidak akan diumumkan pada hari yang sama. Sidang ini menjadi babak penentu sengketa gelar juara Piala Afrika yang telah bergulir lebih dari setengah tahun.