Catatan Akhir
Terdapat sepuluh alasan mengapa Muktamarnya IDI di Mataram 2025 mendesak untuk mempertimbangkan kepemimpinan kolektif kolegial berbentuk presidium untuk segera diterapkan pada eksekutif IDI (PB IDI). Kesepuluh alasan itu, sebagai berikut:
Pertama, lingkungan eksternal IDI yang tidak menentu dan cenderung represif. Penerapan kepemimpinan tunggal sangat berisiko bagi independensi IDI sebagai organisasi profesi. Seperti diketahui bahwa sifat independensi adalah syarat mutlak bagi sebuah profesi dan organisasi profesi. Terlebih lagi bila profesi itu tergolong profesi luhur, bukan organisasi profesi ada umumnya.
Kedua, kepemimpinan kolektif kolegial tiga serangkai (president, president elect, dan immediate past president) baru saja secara resmi ditinggalkan berdasarkan keputusan Muktamar IDI di Banda Aceh 2022. Artinya, pada Muktamar IDI di Mataram 2025 nanti tidak akan ada pemilihan president elect.
Ketiga, kepemimpinan kolektif kolegial yang berlapis berbentuk presidium merupakan pilihan yang tepat untuk menghadapi situasi eskternal yang tidak menentu dan cenderung represif. Keempat, kepemimpinan berbentuk presidium merupakan kepemimpinan yang tangguh, saling menguatkan, bak ikatan kuat yang tak mudah dilepas dan diputus oleh kepentingan apa dan siapa pun.
