Hanya saja sejak Muktamar IDI di Banda Aceh tahun 2022, IDI telah memutuskan untuk meninggalkan model kepemimpinan kolektif kolegial ini. Artinya, pasca Muktamar IDI di Mataram 12-15 Februari 2025 mendatang, IDI sudah bersiap menerapkan kepemimpinan otoritas tunggal di bawah president (ketua umum), yang berbeda dengan WMA, CMAAO, dan organisasi dokter di negara-negara anggota WMA lainnya.
Kepemimpinan Kolektif
Dalam kepemimpinan kolektif, organisasi memberdayakan orang-orang dengan keahlian yang paling relevan untuk mengatasi masalah tertentu pada waktu tertentu dan menerapkan solusi. Kepemimpinan kolektif berbeda dengan kepemimpinan tradisional, di mana satu orang memiliki otoritas membuat keputusan penting setelah berkonsultasi dengan orang lain.
Organisasi yang menerapkan kepemimpinan kolektif akan membangun konsensus untuk mencapai keputusan dan menyelesaikan perbedaan pendapat yang muncul. Karena itu, kepemimpinan kolektif sering disebut menantang gagasan kepemimpinan tradisional tradisional, di mana seorang individu merupakan sumber kepemimpinan.
Proses kepemimpinan kolektif meningkatkan kapasitas untuk berkolaborasi dan menyediakan kondisi bagi anggota kelompok agar merasa dihargai dan termotivasi dalam berkontribusi pada tujuan kolektif. Dengan demikian, kepemimpinan merupakan pencapaian kolektif, bukan pencapaian individu.
