Ketiga, keputusannya lebih matang dan holistik, karena melibatkan dialog dari berbagai pihak dengan berbagai sudut pandang. Keempat, membagi tanggung jawab di antara para anggota presidium, sehingga beban kerja dapat dikelola secara lebih baik.
Bila kepemimpinan presidium memiliki kelebihan, tentu pula ada kelemahannya. Kelemahan kepemimpinan presidium, antara lain: Pertama, proses pengambilan keputusan lebih lambat. Hal ini dapat dimengerti karena tidak ada otoritas tunggal. Semua keputusan penting diambil melalui proses musyawarah.
Baca Juga: Jelang 2025: Saya, Kami, Dia, dan Kita
Kedua, terdapat potensi perbedaan pendapat sampai konflik internal di antara anggota presidium. Ketiga, karena semua anggota presidium setara, maka sering terjadi ketidak-jelasan siapa yang menjadi pemutus akhir bila terjadi deadlock dalam musyawarah.
Untuk mengatasi ketiga kelemahan di atas maka jumlah anggota presidium harus ganjil dan di antara anggota perlu disepakati adanya ketua presdium merangkap anggota. Ketua presidium berfungsi sebagai lokomotif serta penengah dan pemutus akhir bila terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam. Dan jangan lupa, dalam musyawarah untuk mufakat, pengambilan keputusan melalui suara terbanyak (voting) bukanlah sesuatu yang haram dalam kepemimpinan presidium.
