Pernyataan-pernyataan serupa itu sering terdengar hingga kini yang disebut-sebut sebagai era reformasi, yaitu suatu masa selayaknya seseorang berubah menjadi sosok yang reformatif.
Di era ini, justru pejabat yang berwenang selayaknya mengkomunikasikan bahwa, peristiwa pergantian pejabat itu bermakna historis dan penanda dimulainya perjalanan ke masa depan yang lebih baik.
Sebab, seremoni pelantikan dan serah-terima jabatan itu akan bermanfaat sebagai awal bermulanya sosialisasi ukuran-ukuran prestasi suatu institusi tertentu termasuk mereka yang berkiprah di dalamnya.
Artinya pada titik tertentu di kemudian hari, momen itu akan menjadi titik start yang mengantarkan kepada kemungkinan terbukanya koreksi dan evaluasi.
Pelurusan makna dan keterbukaan seperti itu akan sangat terasa bermanfaat ketimbang sekadar melontar kalimat-kalimat formal seperti ‘Pergantian pejabat adalah hal yang biasa sebagai tour of duty dan tour of area untuk memenuhi kebutuhan organisasi’.
