Karena itu, kesadaran kolektif seluruh pihak, termasuk generasi muda Wawonii, dinilai menjadi kunci menjaga masa depan pulau tersebut.
Sejumlah warga pesisir Wawonii Tenggara turut merasakan perubahan positif dalam praktik pemanfaatan sumber daya laut. Hasanudin, warga Desa Dompo-Dompo Jaya, menyebut praktik penangkapan ikan merusak seperti penggunaan bom ikan kini semakin jarang ditemui.
“Sekarang sudah hampir tidak ada lagi orang yang pakai bom ikan di sekitar sini. Ada pengawasan dan sosialisasi. Kami juga lebih paham bahwa laut harus dijaga supaya anak-cucu kami masih bisa melaut,” ujarnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
