Ahmad Riza Patria dan Gerindra yang sibuk dalam hubungan eksekutif dan legislatif. Sebab kala itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dikalahkan calon gubernurnya adalah partai peringkat pertama peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi DKI Jakarta sedangkan Gerindra pada urutan kedua.  

Anies harus menghadapi kenyataan berat karena kampanye politik identitasnya menyebabkan situasi selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan pasca Pilkada 2017 terjadi hubungan yang panas antara Anies dan PDIP.  

Sehingga Anies yang non-partai menyadari lebih baik menyerahkan urusan hubungan eksekutif dan legislatif diberikan kepada Riza Patria dari Partai Gerindra. Meski terjadi dinamika politik yang tinggi tetapi hubungan PDIP dengan Gerindra selalu dibangun dengan kebersamaan.

Baca Juga: Riuh-Rendah Debat di Pilpres 2024

Wajar jika kemungkinan hal yang sama terjadi ketika Anies-Muhaimin terpilih. Urusan dalam hubungan eksekutif-legislatif diserahkan kepada Muhaimin Iskandar dari PKB yang merupakan cawapresnya, ketika pasangan ini terpilih. Meski begitu, patut dipahami hubungan ketiga partai pendukung pasangan ini tidak sama-sama saling mendukung, ketiga partai pendukung Anies sama-sama ingin menonjol dalam perannya.