Bersama dalam Persaingan
Partai Nasdem tentu akan merasa mereka yang lebih berpengaruh. Anies maju sebagai capres tentu saja atas jasa besar dan keberanian dari Partai Nasdem yang memilih berseberangan dengan dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi tentu saja tidak pernah antusias mendengar Anies diusung oleh Partai Nasdem. Karena sikap berani dari Partai Nasdem, diyakini Anies juga ditenggarai rela diatur oleh Partai Nasdem di Pilpres karena berhutang budi dengan partai ini.
Meski begitu, PKS tentu saja tidak ingin Partai Nasdem punya pengaruh besar terhadap Anies. PKS saat di Pilpres lebih memilih sikap mengikuti maunya Nasdem, PKS hanya sebagai pengikut saja, misalnya ketika Anies dipilih berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Tetapi diyakini, PKS tidak ingin Nasdem terlalu berpengaruh besar jika pasangan Anies-Muhaimin terpilih.
Jelas dari berbagai hasil survei, PKS dan Partai Nasdem dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 ini sedang bersaing di peringkat kelima. Jika PKS berada di peringkat kelima berada satu strip di atas Partai Nasdem, maka PKS akan menempatkan salah satu kadernya sebagai pimpinan DPR.
